RETINOPATI PREMATURITAS, GANGGUAN MATA PADA BAYI PREMATUR

Dr Widodo Judarwanto SpA

CHILDREN ALLERGY CLINIC
PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN)
Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat
telp : (021) 70081995 – 70081995

Bayi prematur berisiko tinggi menderita retinopati prematuritas (ROP) atau gangguan pembentukan pembuluh darah retina pada bayi prematur. Jika tidak segera diterapi, pasien bisa buta.

Jika lahir kurang bulan menurut masa gestasi (usia kehamilan), 37-42 minggu, bayi dinyatakan prematur. Karena lahir belum waktunya, pembentukan organ tubuh belum selesai.Menurut dokter spesialis mata Vera Sumual, Selasa (24/6) di Jakarta, retinopati prematuritas (ROP) adalah gangguan vasoproliferasi retina imatur (gangguan saraf mata yang belum matang pada bayi prematur).

Selama ini ROP menjadi penyebab utama kebutaan pada anak-anak di negara berkembang.Kelahiran prematur di Amerika Serikat sekitar 11 persen dari seluruh bayi lahir dan lebih dari 2.000 bayi terkena RP. Di Indonesia, pada tahun 2004-2005 dari 37 bayi prematur yang diperiksa, 33,3 persen terkena ROP. Pengobatan ROP berat atau stadium progresi dapat dilakukan dengan krioterapi (terapi pembekuan bagian pinggir retina) atau fotokoagulasi laser retina oleh dokter spesialis mata terlatih. Dengan cara ini, angka kebutaan turun sampai 25 persen, penglihatan setelah pengobatan tetap tidak baik

Retinopati Pada Prematur

Retinopati Pada Bayi Prematur adalah suatu keadaan dimana terjadi gangguan pada pembentukan pembuluh darah retina pada bayi prematur.Retinopati yang berat ditandai dengan proliferasi pembuluh retina, pembentukan jaringan parut dan pelepasan retina.
PENYEBAB
Pembuluh darah retina mulai terbentuk pada 3 bulan setelah pembuahan dan terbentuk sempurna pada saat lahir. Jika bayi lahir prematur, maka perkembangannya terganggu. Pembuluh darah retina akan mulai terbentuk lagi pada saat keadaan umum bayi membaik dan kebanyakan akan berkembang secara sempurna.Pada retinopati karena prematuritas, pembuluh darah tumbuh secara abnormal yaitu ke dalam cairan jernih yang mengisi mata bagian belakang. Disini pembuluh darah tidak memiliki jaringan penyokong sehingga sangat rapuh dan sering mengalami perdarahan ke dalam mata. Hal ini akan diikuti oleh pembentukan jaringan parut yang menarik retina dari lapisan bagian dalamnya ke arah pusat bola mata sehingga retina terlepas. Bisa terjadi gangguan penglihatan, atau jika keadaanya berat, bisa menyebabkan buta total.Bayi prematur banyak yang mengalami pertumbuhan retina abnormal yang sifatnya sementara dan akan diikuti oleh pertumbuhan yang normal tanpa harus menjalani pengobatan.Hanya 1 diantara 10 bayi yang menderita retinopati yang lebih berat.Dulu, pemakaian oksigen yang berlebihan bisa merangsang pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal. Saat ini, pemakaian oksigen bisa dipantau secara akurat dan mudah, sehingga gangguan pertumbuhan pembuluh darah jarang terjadi.Saat ini, resiko terjadinya retinopati karena premturitas sebanding dengan beratnya prematuritas; bayi yang paling kecil memiliki resiko yang paling tinggi.
GEJALA
Retinopati yang berat bisa menyebabkan gejala berikut:# Leukokoria (pupil berwarna putih)# Nistagmus (gerakan bola mata yang abnormal)# Strabismus (juling)# Miopia (rabun dekat).
DIAGNOSA
Retinopati karena prematuritas bisa didiagnosis dengan bantuan oftalmoskopi.Pemeriksaan mata pada bayi prematur dilakukan dalam waktu 6 minggu setelah persalinan dan kemudian dilakukan setiap beberapa minggu sampai pembuluh darah retina terbentuk sempurna.Pada bayi yang memiliki jaringan parut akibat retinopati, pemeriksaan mata harus dilakukan setiap 1 tahun seumur hidupnya.
PENGOBATAN
Retinopati yang ringan seringkali mengalami proses penyembuhan yang spontan. Tetapi meskipun telah terjadi penyembuhan, bayi memiliki resiko menderita rabun dekat, juling dan gangguan penglihatan.Pada retinopati yang berat, krioterapi (pembekuan bagian pinggir retina) bisa mengurangi resiko terjadinya pelepasan retina dan gangguan penglihatan.Jika telah terjadi pelepasan retina, dilakukan pembedahan untuk mengembalikan retina ke tempatnya.
PENCEGAHAN
Pencegahan yang paling efektif adalah mencegah terjadinya kelahiran prematur.Jika bayi lahir prematur dan menderita gangguan pernafasan, maka dilakukan pemantauan ketat terhadap pemakaian oksigen untuk mencegah terlalu tingginya kadar oksigen dalam darah.

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.

About these ads

One thought on “RETINOPATI PREMATURITAS, GANGGUAN MATA PADA BAYI PREMATUR

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s