PENTINGNYA MENGENAL DAN MEMERIKSA REFLEKS BAYI SAAT TAHAPAN USIA TERTENTU

Refleks adalah gerakan primitif yang tak terkontrol atau involuntary. Sebagian bahkan sudah muncul sejak dalam kandungan. Gerakan ini tak diajarkan, tapi ada dalam diri bayi secara biologis. Contohnya refleks rooting (memalingkan muka bila pipinya disentuh dan mulut akan langsung membuka) serta sucking (mengisap). Kedua refleks ini muncul hampir berbarengan.

Di bulan-bulan pertama kehidupannya, manakala sistem saraf pusat dan otaknya belum berkembang optimal, bayi bertahan hidup dengan mengandalkan refleks. Rooting dan sucking sering disebut sebagai refleks pertahanan diri karena dengan kedua refleks inilah bayi memulai kegiatan pemenuhan kebutuhan makanan, yaitu dengan mengisap ASI. Kedua refleks ini akan menghilang ketika bayi berumur 3 sampai 4 bulan, yang selanjutnya digantikan dengan kepandaian mengisap ASI.

Ada banyak refleks pada bayi, tapi umumnya yang dikenal hanya 9 refleks. Meskipun ada pula refleks-refleks kecil seperti coughing atau batuk. Selain itu, ada refleks yawning, yakni refleks seperti menjerit kalau bayi merasa lapar, biasanya kemudian disertai tangisan.

INDIKATOR KELAINAN

Begitu pentingnya refleks-refleks ini sehingga dijadikan salah satu sarana mengindikasi ada-tidaknya kelainan dalam perkembangan bayi. “Bila refleks tak muncul, hal ini bisa dikarenakan perkembangan otak yang lambat atau ada kerusakan, semisal trauma di kepalanya ketika lahir.

MENGHILANG ATAU TERKENDALI

Dengan pertambahan usia refleks-refleks ini nantinya ada yang hilang, ada pula yang berubah jadi lebih terkontrol. Jika suatu refleks tidak hilang pada saatnya harus menghilang, berarti ada sesuatu yang salah.

Semua fenomena refleks yang muncul sejak hari kelahiran bayi harus dipantau terus perkembangannya. Termasuk refleks yang sifatnya menetap seperti blinking atau mengerjap bila mata terkena cahaya menyilaukan. Gerakan mata tak normal bisa menunjukkan adanya kelainan saraf di otak. “Gerakan blinking normalnya sampai usia 6 bulan memang belum stabil. Tapi kalau dalam satu waktu terjadi blinking berkali-kali misalnya, dan mata hanya melihat ke atas, kita bisa mencurigainya sebagai kejang, meskipun dia tidak sedang demam. Refleks mengindikasikan adanya gangguan perkembangan otak dan gangguan perkembangan otak sangat erat kaitannya dengan gangguan kecerdasan si bayi kelak.

 

9 JENIS REFLEKS PADA BAYI YANG HARUS DIEVALUASI DENGAN CERMAT DALAM TAHAPAN PERKEMBANGANNYA 

9 REFLEKS BAYI

Refleks

Stimulasi

Respons

Pola Perkembangan

Bila Tak Ada Respons, Menunjukkan

Blinking

Kilatan cahaya atau hembusan udara

Bayi akan menutup kedua matanya

Menetap

Kelainan pada saraf di otak

Babinski

Telapak kaki digoyang atau disentuh

Jari-jari kaki akan membuka

Menghilang di usia 1 sampai 2 tahun

Kelainan pada saraf otak (bila menetap)

Darwinian (Grasping)

Telapak tangan disentuh

Jari-jari mengatup, membentuk genggaman

Melemah di usia 3 bulan, menghilang di usia 1 tahun

Kelainan pada saraf otak atau bila menetap

Moro

Tiba-tiba dikejutkan oleh suara atau gerakan

Terkejut, lalu melengkungkan punggungnya, menjatuhkan kepala, menangkupkan kedua lengan dan kakinya ke tengah badan

Menghilang di usia 3 sampai 6 bulan

Fraktur atau cedera pada bagian tubuh tertentu

Rooting

Disentuh pipi atau ujung mulutnya

Mulut akan langsung membuka dan melakukan gerakan seperti orang mengisap (mengenyot)

Menghilang di usia 3 sampai 4 bulan

Bayi kurang bulan (prematur) atau kemungkinan adanya kelainan sensorik

Steping

Bila tubuhnya diangkat dan diposisikan berdiri di atas permukaan lantai

Kakinya akan menjejak-jejak seperti akan berjalan

Menghilang di usia 3 sampai 4 bulan

Kelainan pada motorik kasar

Sucking

Bila ada objek disentuhkan atau dimasukkan ke mulut

Bayi langsung melakukan gerakan seperti mengisap

Menghilang di usia 3 sampai 4 bulan

Kelainan saluran pernapasan dan kelainan pada mulut termasuk langit-langit mulut

Swimming

Ditelungkupkan di dalam air

Secara otomatis tubuhnya akan membuat gerakan-gerakan seolah berenang

Menghilang di usai 6 sampai 7 bulan

Bayi prematur atau gangguan motorik kasar

Tonic neck

Ditelentangkan

Memutar kepala bayi dalam posisi ditelentangkan; akan tampak gerakan berlawanan arah antara kepala dan tubuhnya. Maksudnya, bila kepala menengok ke arah kanan, maka bagian tubuhnya seperti bergerak ke arah sebaliknya dengan kedua tangan biasanya menggenggam. Posisinya akan tampak seperti pemain anggar (the fencer pose).

Menghilang di usia 7 bulan

– Jika waktu lahir menunjukkan respons yang stereotip (justru searah) dan sangat menonjol, pertanda ada kerusakan otak yang berat.
– Bila menetap setelah usia 7 bulan kemungkinan ada kelainan otak.

 

 

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s