FOOD ALLERGY – CRIMINAL : Alergi Makanan Dapat Berpengaruh Meningkatkan Perilaku kriminal Seseorang

FOOD ALLERGY – CRIMINAL : Alergi Makanan Dapat Berpengaruh Meningkatkan Perilaku kriminal Seseorang

Dr Widodo Judarwanto SpA

Kejadian kriminal di kalangan anak sekolah semakin hari semakin meningkat pesat, baik kualitas dan kuantitasnya. Seiring dengan itu angka kejadian alergi di dunia semakin hari semakin meningkat pesat. Ternyata peningkatan kedua fenomena sosial dan kesehatan tersebut berkaitan. Dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa pengaruh alergi makanan dapat meningkatkan perilaku kriminal seseorang. Bahkan dalam sebuah penelitian telah ditemukan bahwa dengan melakukan intervensi diet alergi maka pelaku kriminal dapat ditekan.

Beberapa penelitian psikososial dan psikobiologis telah mengungkapkan faktor lingkungan sangat berpengaruh  terhadap perilaku kriminal pada seseorang. Lingkungan tersebut bisa berupa fisik, biologis dan sosial. Tetapi kebanyakan orang-orang beresiko biasanya memasuki lingkungan yang sama sehingga berpotensi terjadinya perilaku berbagai kejahatan tersebut.

Faktor lingkungan fisik dan sosial yang beresiko berkembangnya seorang menjadi kriminal adalah tekanan ekonomi yang buruk, perlakuan kasar dan keras sejak usia anak, penelantaran anak, perceraian orang tua, kesibukan orangtua, faktor pemberian nutrisi tertentu, dan kehidupan keluarga yang tidak mematuhi etika hukum, agama dan sosial. Lingkungan yang beresiko lainnya adalah hidup ditengah masyarakat yang dekat dengan perbuatan lriminal seperti pembunuhan, penyiksaan, kekerasan dan lain sebagainya.

Sedangkan lingkungan biologis salah satunya yang saat ini banyak diteliti adalah pola makan apakah berpengaruh terhadap tindak kriminal tersebut. Adanya penelitian yang dilakukan Peter C dkk tahun 1997 cukup mengejutkan. Didapatkan kaitan diet, alergi makanan, intoleransi makanan dan perilaku kriminal di usia muda cukup menjadi informasi dan fakta ilmiah yang menarik dan sangat penting, Meskipun demikian masih belum dapat dijelaskan mengapa beberapa faktor tersebut berkaitan.

Penelitian ini berdasarkan daftar pertanyaan yang ditujukan penduduk pelaku kriminal usia muda untuk memperkirakan proporsi cenderung memiliki gangguan pangan yang bergizi berhubungan alergi dan gangguan perilaku lainnya seperti hiperaktif. Sebuah survei kesehatan terkontrol dan diet dilakukan dengan 100 pelanggar jriminal usia muda dan 100 non-pelanggar. Kelompok pelaku melaporkan angka jauh lebih tinggi dengan keluhan kesehatan yang buruk daripada kelompok non-pelaku. Disarankan bahwa kesehatan gizi pelanggar muda dapat diselidiki sebagai bagian dari persyaratan wajib hadir untuk mempertimbangkan kesehatan fisik dan mental penjahat muda. Penelitian lebih lanjut dibenarkan dalam hubungan antara masalah gizi, kesehatan dan perilaku.  Dari penelitian ini, proporsi penduduk pelaku gigih muda dengan perilaku maladaptif terkait dengan alergi makanan, intoleransi makanan dan masalah gizi diperkirakan 75% sedangkan hanya 18% dari populasi non-pelaku muda juga sama terpengaruh.

Sedangkan Bentin dalam menelitiannya telah mengungkapkan bahwa intervensi dan penghindaran diet tertentu dapat brtprngaruh pada perilaku antisosial, perbuatan bunuh diri dan perbuatan kriminal.

Penelitian lain yang diungkapkan oleh Benneth adalah penanganan penderita alergi makanan dapat mencegah perilaku lriminal dalam kelompok masyatakat tertentu.

Bahkan penulis telah mengadakan penelitian terhadap kelompok anak penderita alergi dengan gangguan saluran cerna setelah dilakukan intervensi diet selama 3 minggu didapatkan beberapa penurunan perilaku emosi, agresif, gangguan tidur dan gangguan konsentrasi seorang anak.

Terdapat beberapa faktor resiko untuk terjadi tindak kekerasan dan kriminal yang dapat diamati sejak usia dini pada seorang anak. Beberapa perilaku tersebut meliputi peningkatan agresifitas, emosi, impulsifitas, hiperaktif, gangguan tidur dan sebagainya. Ternyata banyak faktor resiko tersebut juga terjadi pada penderita alergi dan hipersensitifitas makanan. Belakangan terungkap bahwa alergi atau hipersensitifitas makanan tertentu menimbulkan komplikasi yang cukup berbahaya, karena dapat mengganggu semua organ atau sistem tubuh kita termasuk gangguan fungsi otak. Gangguan fungsi otak itulah maka timbul gangguan perkembangan dan perilaku pada anak seperti gangguan konsentrasi, gangguan emosi, agresifitas, gangguan tidur, gangguan konsentrasi, impulsifitas hingga memperberat gejala penderita Autism dan ADHD.

Bila faktor genetik, gangguan fungsi otak, dan diikuti oleh lingkungan fisik, biologis dan sosial yang negatif maka tindak kriminal pada seorang individu lebih gampang terjadi.

Sehingga sangatlah penting untuk mengetahui faktor resiko dan gangguan perilaku pada usia anak untuk dilakukan pencegahan sejak dini. Bila hal ini dikaitkan dengan berbagai penelitian tersebut tampaknya dengan melakukan deteksi sejak dini gangguan alergi dan hipersensitifitas makanan mungkin saja dapat mencegah perilaku antisosial dan perilaku kriminal pada seseorang di masa depan.

Agresifitas, gangguan tidur, gangguan emosi dan gangguan anti sosial lainnya adalah faktor resiko terjadi prilaku kriminal pada seseorang. Ternyata dalam berbagai penelitian telah terungkap bahwa berbagai faktor resiko terjadinya perilaku kriminal tersebut juga seringkali di sebabkan karena alergi dan hipersensitifitas makanan.

Diperlukan penelitian lebih lanjut secara holistik melalui kajian biomolekular, pola genetik, psikobiologis dan psikososial lainnya untuk menyikapi temuan-temuan penting tersebut. Bila nantinya temuan penting tersebut saling melengkapi maka dengan perbaikan pola diet dan perbaikan gejala alergi pada kelompok masyarakat dapat membuat dunia ini lebih aman di masa depan.

Deteksi Dini Gangguan Perilaku Pada Penderita Alergi dan Hipersensitifitas makanan

  • GERAKAN MOTORIK BERLEBIHAN Mata bayi sering melihat ke atas. Tangan dan kaki bergerak terus tidak bisa dibedong/diselimuti. Senang posisi berdiri bila digendong, sering minta turun atau sering menggerakkan kepala ke belakang, membentur benturkan kepala. Sering bergulung-gulung di kasur, menjatuhkan badan di kasur (“smackdown”}. ”Tomboy” pada anak perempuan : main bola, memanjat dll.
    GANGGUAN TIDUR  (biasanya MALAM-PAGI) gelisah/bolak-balik ujung ke ujung, bila tidur posisi “nungging”, berbicara/tertawa/berteriak dalam tidur, sulit tidur, malam sering terbangun/duduk, gelisah saat memulai tidur, gigi gemeretak (beradu gigi), tidur ngorok
  • AGRESIF MENINGKAT sering memukul kepala sendiri, orang lain. Sering menggigit, menjilat, mencubit, menjambak (spt “gemes”)
  • GANGGUAN KONSENTRASI: cepat bosan sesuatu aktifitas kecuali menonton televisi,main game, baca komik, belajar. Mengerjakan sesuatu  tidak bisa lama, tidak teliti, sering kehilangan barang, tidak mau antri, pelupa, suka “bengong”, TAPI ANAK  CERDAS
  • EMOSI TINGGI (mudah marah, sering berteriak /mengamuk/tantrum), keras kepala, negatifisme (sering membantah)
  • GANGGUAN KESEIMBANGAN KOORDINASI DAN MOTORIK : Terlambat bolak-balik, duduk, merangkak dan berjalan. Jalan terburu-buru, mudah terjatuh/ menabrak, duduk leter ”W”.
  • GANGGUAN SENSORIS : sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) , cahaya (mudah silau), perabaan telapak kaki dan tangan sensitif  (jalan jinjit, flat foot, mudah geli, mudah jijik, tidak suka memegang bulu, boneka dan bianatang berbulu)
  • IMPULSIF : banyak bicara,tertawa berlebihan, sering memotong pembicaraan orang lain

Daftar pustaka

  • C. Peter; W. Bennett Jonathan Brostoff. The Health of Criminals Related to Behaviour, Food, Allergy and Nutrition: A Controlled Study of 100 Persistent Young Offenders.Journal of Nutritional & Environmental Medicine, Volume 7, Issue 4 December 1997 , 359 – 366
  • BENTON David .The impact of diet on anti-social, violent and criminal behaviour . Neuroscience and biobehavioral reviews   ISSN 0149-7634
  • Jaine Robinson JR, Anne Ferguson AF. Food sensitivity and the nervous system: hyperactivity, addiction and criminal behaviour. Nutr Res Rev. 1992 Jan;5(1):203-23.
    Bennett, C. P. W., McEwen, L. M., McEwen, H. C., Rose, E. L. The Shipley project: treating food allergy to prevent criminal behaviour in community settings. Journal of Nutritional & Environmental Medicine
  • Judarwanto W. Dietery Intervention as a Therapy for Behaviour Problems in Children with  Gastrointestinal Allergy. Dipresentasikan pada World Congress Pediatric Gastroenterology Hepatology and Nutrition tanggal 2 – 7 Juli 2004 di Paris Perancis.
  • Clarke TW: The relation of allergy to character problems in children: A survey. Ann. Allergy March-April, 1950, pp. 175- 87
  • Swain A et al: Salicylates, oliogoantigenic diets, and behaviour. Letter. Lancet 2:41-2, 1985.
  • Moyer KE: Allergy & aggression: The physiology of violence. Psychol. Today July, 1975, pp. 77-9.
  • MacKarness R: Eating Dangerously. New York, Harcourt, Brace, Jovanovich, 1976.
    Schauss AG: Nutrition and antisocial behaviour. Int. Clin. Nutr. Rev. 4(4):172-7, 1984.
    Allergy induced Behaviour Problems in children. Htpp://www.allergies/wkm/behaviour:
  • Brain allergic in Children.Htpp://www.allergycenter/UCK/allergy.
    Adams, W. (1981). Lack of behavioral effects from Feingold diet violations. Perceptual and Motor Skills 52, 307–313.
  • American Psychiatric Association (1987). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders: DSM-III-R, 3rd rev. edn. Washington, D.C.: American Psychiatric Association.
  • Arnold, L. (1976). Causes of hyperactivity and implications for prevention. School Psychology Review 5, 10–22.
  • Barsky, A. J. (1988). Worried Sick: Our Troubled Quest for Wellness, pp. 3–20. Boston, MA: Little & Brown.
  • Beall, J. G. (1973). Food additives and hyperactivity in children. Congressional Record No. S19736, 35401–35407.
  • Bolton, R. (1976). Aggression and hypoglycemia among the Qolla: a study in psychobiological anthropology. In Physiology of Aggression and Implications for Control: an Anthology of Readings, pp. 189–217 [Moyer, K. E., editor]. New York: Raven Press.
  • Cantwell, D. P. (1975). Natural history and prognosis in the hyperactive child syndrome. In The Hyperactive Child: Diagnosis, Management, Current Research, pp. 51–64 [Cantwell, D. P., editor]. New York: Spectrum Publications Inc.
  • Clarke, T. W. (1950). The relation of allergy to character problems in children. Annals of Allergy 8, 175. [OpenURL Query Data]
  • Conners, C. K. (1980). Food Additives and Hyperactive Children. New York: Plenum Press.
  • Conners, C. K. (1981). Artificial colors in the diet and disruptive behaviour: current status of research. In Nutrition and Behavior, pp. 137–143 [Miller, S. A., editor]. Philadelphia, PA: Franklin Institute Press.
  • Conners, C. K. (1989). Feeding the Brain: How Foods Affect Children. New York: Plenum Press.
  • Conners, C. K. & Goyette, C. H. (1976). Progress Report of Studies on Hyperkinesis and Food Additives. Paper presented at Annual Meeting of the Food and Nutrition Liaison Committee. Naples: Nutrition Foundation.
  • Conners, C., Goyette, C. H. & Newman, E. B. (1980). Dose-time effect of artificial colors in hyperactive children. Journal of Learning Difficulties 13, 512–516.
  • Conners, C. K., Goyette, C. H., Southwick, D. A., Lees, J. M. & Andrulonis, P. A. (1976). Food additives and hyperkinesis – controlled double-blind experiment. Pediatrics 58, 154–166.
  • Crook, W. G. (1980). Can what a child eats make him dull, stupid or hyperactive? Journal of Learning Disabilities 13, 281–286.
  • Davison, H. M. (1950). The relation of allergy to character problems in children. Annals of Allergy 8, 175.
  • Dees, S. C. (1954). Neurologic allergy in childhood. Pediatric Clinics of North America 1, 1017–1027.
  • Dews, P. B. (1983). Comments on some major methodological issues affecting diagnosis of the behavioral effects of foods and nutrients. Journal of Psychiatric Research 17, 223–225.
  • Egger, J., Carter, C. M., Graham, P. J., Gumley, D. & Soothill, J. F. (1985). Controlled trial of oligoantigenic treatment in the hyperkinetic syndrome. Lancet i, 540–545.
  • Feingold, B. F. (1976). Hyperkinesis and learning disabilities linked to the ingestion of artificial food colors and flavors. Journal of Learning Disabilities 9, 551–559.
    Ferguson, A. (1990). Food sensitivity or self-deception? New England Journal of Medicine 323, 476–478.
  • Franklin, A. J. (1988). Hyperactivity – an allergic disorder? In The Recognition and Management of Food Allergy in Children, pp. 49–57 [Franklin, A. J., editor]. Lancaster: Parthenon.
  • Fredericks, C. (1976). Psycho-nutrition. New York: Grosset & Dunlap.
    Goyette, C. H., Conners, C. K., Patti, T. A. & Curtis, L. E. (1978). Effects of artificial colors on hyperactive children: a double-blind challenge study. Psychopharmacology Bulletin 14, 39–40.
  • Gray, G. E. (1986). Diet, crime and delinquency: a critique. Nutrition Reviews 44 (Suppl.), 89–94.
  • Gross, M. D. (1984). Effect of sucrose on hyperkinetic children. Pediatrics 74, 876–878.
  • Harley, J. P., Ray, R. S., Tomasi, L., Eichman, P. L., Matthews, C. G., Chun, R., Cleeland, C. S. & Traisman, E. (1978). Hyperkinesis and food additives: testing the Feingold hypothesis. Pediatrics 61, 818–828.
  • Hechtman, L., Weiss, G., Finklestein, J., Werner, A. & Benn, R. (1976). Hyperactives as young adults: preliminary report. Canadian Medical Association Journal 115, 625–630.
    Hippchen, L. J. (1976). Biochemical approaches to offender rehabilitation. Offender Rehabilitation 1, 115–123.
  • Hippchen, L. J. (1978). The Ecologic-Biochemical Approaches to Treatment of Delinquents and Criminals. New York: Van Nostrand Reinhold.
  • Holborow, P., Elkins, J. & Berry, P. (1981). The effect of the Feingold diet on ‘normal’ school children. Journal of Learning Disabilities 14, 143–147.
  • Hughes, E. C., Weinstein, R. C., Gott, P. S., Binggeli, R. & Whitaker, K. L. (1982). Food sensitivity in attention deficit disorder with hyperactivity (ADD/HA) – a procedure for differential diagnosis. Annals of Allergy 49, 276–280.
  • Kanarek, R. B. & Marks-Kaufman, R. (1991). Nutrition and Behavior: New Perspectives. New York: Van Nostrand Reinhold.
  • Kaplan, B. J., McNicol, J., Conte, R. A. & Moghadam, H. K. (1989). Dietary replacement in preschool-aged hyperactive boys. Pediatrics 83, 7–17.
  • Leung, P. W. & Luk, S. L. (1988). Differences in attention control between ‘clinic-observable’ and ‘reported’ hyperactivity: a preliminary report. Duchess of Ken Children’s Hospital, Hong Kong. Child Care, Health and Development 14, 119–211.
  • Levy, F., Dumbrell, S., Hobbes, G., Ryan, M., Wilton, N. & Woodhill, J. M. (1978). Hyperkinesis and diet: a double-blind crossover trial with a tartrazine challenge. Medical Journal of Australia 1, 61–64.
  • Mattes, J. A. & Giltelman, R. (1981). Effects of artificial food colorings in children with hyperactive symptoms. Archives of General Psychiatry 38, 714–718.
  • Max, B. (1989). This and that: chocolate addiction, the dual pharmacogenetics of asparagus eaters, and the arithmetic of freedom. Trends in Pharmacological Sciences, 10, 390–393.
  • May, C. D. (1974). Food allergy. In Infant Nutrition, 2nd edn., pp. 435–459 [Fomon, S. J., editor]. Philadelphia PA: W. B. Saunders Co.
  • Menzies, I. (1984). Allergic and immunological factors in child and family psychiatry. In Recent Research in Developmental Psychopathology (Journal of Child Psychology and Psychiatry, Book Supplement), pp. 95–109 [Stevenson, J. E. editor].
  • Mitchell, E. A., Aman, M. G., Turbott, S. H. & Manku, M. (1987). Clinical characteristics and serum essential fatty acids in hyperactive children. Clinical Pediatrics 26, 406–411. [OpenURL Query Data]
  • National Institutes of Health Consensus Development Panel (1983). National Institutes of Health consensus development conference statement: defined diets and childhood hyperactivity. American Journal of Clinical Nutrition 37, 161–165
  • Pfeiffer, C. C. (1975). Mental and Elemental Nutrients: a Physician’s Guide to Nutrition and Health Care. New Canaan, CT: Keats Publishing, Inc.
  • Pollock, I. & Warner, J. O. (1990). Effect of artificial food colours on childhood behaviour. Archives of Disease in Childhood 65, 74–77.
  • Prendergast, M., Taylor, E., Rapoport, J. L., Bartko, J., Donnelly, M., Zametkin, A., Ahearn, M. B., Dunn, G. & Wieselberg, H. M. (1988). The diagnosis of childhood hyperactivity: a U.S.-U.K. cross-national study of DSM-III and ICD-9. Journal of Child Psychology and Psychiatry 29, 289–300.
  • Prinz, R. J. (1985). Diet-behaviour research with children: methodological and substantive issues. Advances in Learning and Behavioral Disabilities 4, 181–199.
  • Randolph, T. G. (1945). Fatigue and weakness of allergic origin (allergic toxemia); to be differentiated from ‘nervous fatigue’ or neurasthenia. Annals of Allergy 3, 418–430.
    Randolph, T. G. (1947). Allergy as a causative factor of fatigue, irritability and behaviour problems of children. Journal of Pediatrics 31, 560–572.
  • Randolph, T. G. & Moss, R. W. (1986). Allergies: Your Hidden Enemy, 4th edn., pp. 15–39, 101–108. Wellingborough: Thorsons Publishing Group.
  • Rapp, D. J. (1978). Does diet affect hyperactivity? Journal of Learning Disabilities 11, 383–389.
  • Rogers, G. S. & Hughes, H. H. (1981). Dietary treatment of children with problematic activity level. Psychological Reports 48, 487–494.
  • Rostain, A. L. (1991). Attention deficit disorders in children and adolescents. Pediatric Clinics of North America 38, 607–635.
  • Rowe, K. S. (1988). Synthetic food colourings and ‘hyperactivity’: a double-blind crossover study. Australian Paediatric Journal 24, 143–147.
  • Rutter, M. (1989). Child psychiatric disorders in ICD-10. Journal of Child Psychology and Psychiatry 30, 499–513.
  • Schoenthaler, S. J. (1985). Nutritional policies and institutional antisocial behaviour. Nutrition Today 20, 16–25.
  • Shannon, W. R. (1922). Neuropathic manifestations in infants and children as a result of anaphylactic reaction to foods contained in their dietary. American Journal of Diseases of Children 24, 89–94.
  • Silbergeld, E. K. & Anderson, S. M. (1982). Artificial food colors and childhood behavior disorders. Bulletin of the New York Academy of Medicine 58, 275–295.
    Speer, F. (1954). The allergic-tension-fatigue syndrome. Pediatric Clinics of North America 1, 1029–1037.
  • Swanson, J. M. & Kinsbourne, M. (1980). Artificial color and hyperactive behaviour. In Treatment of Hyperactive and Learning Disordered Children: Current Research, pp. 131–149 [Knights, R. M. and Bakker, D. J. editors]. Baltimore, MD: University Park Press.
  • Taylor, E. A. (1986). Childhood hyperactivity. British Journal of Psychiatry 149, 562–573.
  • Taylor, E. A., Schachar, R., Thorley, G. & Wieselberg, M. (1986). Conduct disorder and hyperactivity. I. Separation of hyperactivity and antisocial conduct in British child psychiatric patients. British Journal of Psychiatry 149, 760–767.
  • Thiessen, I. & Mills, L. (1975). The use of megavitamin treatment in children with learning disabilities. Journal of Orthomolecular Psychiatry 4, 288–296.
  • Virkkunen, M. (1983). Insulin secretion during the glucose tolerance test in antisocial personality. British Journal of Psychiatry 142, 589–604.
  • Weiss, B. (1986). Food additives as a source of behavioral disturbances in children. Neurotoxicology 7, 197–208.
  • Wender, E. H. (1986). The food additive-free diet in the treatment of behaviour disorders: a review. Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics 7, 35–42.
  • Williams, J. I., Cram, D. M., Tausig, F. T. & Webster, E. (1978). Relative effects of drugs and diet on hyperactive behaviors: an experimental study. Pediatrics 61, 811–817.
  • Williams, J. I. & Cram, D. M. (1978). Diet in the management of hyperkinesis: a review of the tests of Feingold’s hypotheses. Canadian Psychiatric Association Journal 23, 241–248.
  • World Health Organization (1990). ICD-10, draft of Chapter V: categories F00-F99, mental, behavioural and developmental disorders. Geneva: WHO.
    Wurtman, J. J. (1983). The Carbohydrate Craver’s Diet. Boston, MA: Houghton-Mifflin.
Supported by

 www.allergycliniconline.com

ALLERGY ONLINE CLINIC FOR CHILDREN, TEEN AND ADULT Yudhasmara Foundation www.allergyclinic.me   GROW UP CLINIC I JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Pusat, Jakarta Indonesia 10210 Phone : (021)  5703646 – 44466102 GROW UP CLINIC II  MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430 phone 44466103 – 97730777 http://growupclinic.com  http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic Working together support to health of all by clinical practice, research and educations. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: ***Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967    Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto  www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035

Curriculum Vitae Widodo Judarwanto

We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
,
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2013, Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s