Allergy March, Perbedaan Perjalanan Alamiah Setiap Usia dan Setiap Individu

“PADA PENDERITA ALERGI SETIAP INDIVIDU DAN SETIAP USIA ORGAN TUBUH YANG  SENSITIF BERBEDA KARENA ALERGI BERPINDAH ORAGAN TARGET SASARAN, BUKAN BERARTI ALERGI SEMBUH PADA USIA TERTENTU TETAPI BERPINDAH KE SENSITIF ORGAN LAINNYA: Widodo judarwanto 2004

allergy-march1

PERJALANAN ALAMIAH PENYAKIT ALERGI :

Berbagai pendapat dan teori baik dari kalangan awam dan para ahli tentang perjalanan alergi sangat beragam. Sebagian orang awam meyakini dahulu dirinya mengalami asma pada saat usia anak, tetapi setelah rajin olahraga dan berenang asmanya hilang. Orang lain berkesaksian setelah minum vitamin, atau darah ular asmanya hilang. Sedangkan orangtua lain menceritakan setelah sering bermain di pantai asmanya hilang. Sedangkan dokter berpendapat lain, setelah memberikan pasiennya obat pencegahan asma golongan ketotifen, gejala asma pasiennya menghilang setelah usia 12 tahun. Benarkah berbagai hal tersebut dapat menghilangkan penyakit asma? Ternyata berbagai penelitian mengungkapkan bahwa terdapat Allergy March atau perjalanan alamiah penyakit alergi yang timbul sesuai dengan perkembangan usia. Perjalanan alamiah alergi tersebut menunjukkan bahwa pada usia tertentu manifestasi klinisatau organ tubuh yang terganggu tampak berbeda.

Meskipun banyak variasi Allergy March yang terjadi tetapi secara umum digambarkan setiap usia manifestasi organ yang terganggu berbeda. Pada usia sejak lahir hingga usia 5-7 tahun organ tubuh yang sangat sensitif adalah kulit dan saluran cerna. Setelah itu saluran napas termasuk asma dan hidung mulai sering terganggu. Pada usia remaja setalah memasuli usia dewasa asma berkurang tetapi gangguan hidung masih berkepanjangan. Tampaknya fenomena perjalanan alamiah alergi inilah yang menunjukkan pada usia tertentu asma akan menghilang. Hal inilah yang sering dikaitkan dengan intervensi upaya pengobatan pada penyakit asma dan tingkat keberhasilannya. Contohnya, gangguan kulit, saluran cerna dan asma dianggap hilang saat usia tertentu karena olah raga renang, bermain dipantai, minum darah ular, atau binatang ”tokek”. Tetapi orangtua jangan berharap senang, karena ternyata setelah gangguan kulit, gangguan saluran cerna dan asmanya menghilang orag tubuh yang terganggu adalah hidung. Jadi, sebenarnya alegi tidak membaik, hanya organ tubuh yang terganggu berpindah tempat dari kulit, ke asma dan berikutnya ke hidung. Perjalanan alamiah alergi setiap individu berbeda tergantung karakteristik fenotip tiap orang. Ternyata karakteristik perjalanan alamiah alergi orangtua atau saudara kandung yang wajahnya sama dengan anak dapat dijadikan pedoman krakteristik perjalanan alamian anak di masa depan.

Setiap individu dengan fenotipe berbeda dan setiap periode usia mempunyai karakter alergi yang berbeda. Seringkali alergi menganggu berabagai organ tubuh sevcara bersamaan seperti kulit, saluran cerna, saluran napas, tetapi setiap anak berbeda dominasi yang sensitif. Anak yang satu lebih dominan sensitif saluran cerna anak lainnya lebih dominan sensitif kulit sedangkan anak lainnya lebih dominan sensitif saluran napas. Pada individu tertentu pada satu keluarga atau bayi kembar, sama sensitif kulitnynya tetapi anak satu kulitnya lebih sensitif tetapi anak lainnya manifestasinya lebih ringan. Begitu juga dengan gangguan sensitif lainnya , sama-sama mempunyai sensitif saluran cerna tetapi anak yang satu sulit BAB tetapi anak lainnya sering muntah. Demikian juga sensitif saluran napas, anak yang satu kalau flu lebih dominan gangguan hidung sedangkan anak lainnya gangguan batuk atau dahaknya lebih banyak sehingga harus diinhalasi atau diuap.

Begitu juga dengan periode usia yang terganggu setiap usia berbeda sesuai denga perjalanan alamiah penyakit alergi atau “Allergy march”. Anak tertentu sesak usia sebelum prasekolah tetapi anak lainnya baru sesak usia SD atau SMP. Pada usia 0-5 tahun kulit dan pencernaan lebih sensitif tetapi masuk usia SD dan SMP pencernaannya membaik tetapi berpindah ke saluran napas berupa sesak dan asma dan saat dewasa sesak hilang tetapi berpindah ke hidung sensitif dan disertai sinusitis

Karakteristrik alergi sesuai fenotip atau tipikal tertentu pada setiap individu berbeda

Tanda dan gejala alergi setiap individu seringkali berbeda organ tubuh yang sensitif. Pada hampir semua penderita alergi pada umumnya mengalami  menifestasi sensitif pada hampir semua organ tubuh khususnya saluran cerna, saluran napas, hidung dan kulit secara bersamaan. Tetapi setiap kelompak anak yang satu dan yang lainnya berbeda yang lebih dominan, pada anak tertentu lebih dominan sensitif saluran napas batuk atau hidung sensitif , anak lainnya lebih dominan kulit sedangkan anak lainnya lebih dominan saluran cerna yang sensitif.

Adapun beberapa manifestasi klinis alergi sesuai dengan fenotip tertentu adalah sebagai berikut

TIPE A (TIPE RINITIS):  Dominan sensitif saluran napas hidung

  • Mudah terkena flu, hidung buntu dan sering bersin.  Beresiko terjadi sinusitis terutama setelah usia 5 tahun.
  • Sebagaian besar kasus disertai sensitif kulit di lengan atas sering bruntusan kecil-kecil
  • Sebagian besar kasus disertai gangguan sensitif saluran cerna khusus nyeri perut dan sulit BAB.

TIPE B (TIPE ASMATIK):  Dominan sensitif saluran napas batuk

  • Pada usia 0 – 6 tahun napas berbunyi grok-grok atau hipersekresi bronkus dan mudah bersin. Saluran napas khususnya bronkitis alergi dan asma dengan  gejala  sesak dan batuk berulang. Bila sakit infeksi saluran napas dahaknya berlebihan sehingga seringkali memerlukan inbhalasi.
  • Terdapat dua kelompok besar, Tipikal asmatik pra sekolah dan Tipikal Asmatik murni
  • Terdapat dua kelompok besar, Tipikal asmatik pra sekolah. Sebagian kelompok terjadi sesak, timbul wheezing atau mengi sebelum pra sekolah. Pada kasus ini bila batuk sering dahaknya berlebihan dan sering dilakukan inhalasi saat batuk. Setelah usia 5-7 tahun sebagian besar kasus sesak membaik, tetapi sebagian kecil kasus menteap tetapi sesak sangat ringan sekakil tetapi hidung lebih sensitif.
  • Tipikal Asmatik murni: pada kelompok ini sesak, timbul wheezing atau mengi justru timbul setelah usia 5 – 12 tahun. Setelah usia SMP sesak berkurang tetapi mulai terjadi sensitif hidung atau rinitis alergi
  • Disertai saluran cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya.

 

TIPE C (SALURAN CERNA):  Dominan sensitif saluran cerna

  • Saluran Cerna sensitif : Gastrooesepageal refluks, sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB.
  • Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya.
  • Daya tahan tubuh tidak baik, mudah sakit batuk dan pilek, dan disertai sulit makan dan gangguan mengunyah menelan.
  • Sebagioan besar kasus berat badan sangat gemuk dan sebagian terjadi kegemukan. sebagian kecil terjadi gangguankenaikkan berat badan pada usia sebelum 3-5 tahun.
  • Beberapa kasus disertai gangguan keterlambatan bicara yang sebagian besar  membaik setelah usia 2 tahun. Tetapi berganti sensitif hidung atau rinitis alergi tetapi terjadi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis). Sebagian besar kasus mudah mengalami minisan atau hidung berdarah

 

TIPE D (SENSITIF KULIT): Dominan sensitif kulit

  •  Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Pada usia 0-9 bulan terjadi dermatitis atopi pada pipi dan daerah popok sering kemerahan. Pada usia 1-5 tahun kulit sensitif berpindah ke tangan dan kaki seperti digigit nyamuk dan kulit kering.
  • Saluran Cerna sedikit sensitif : sering konstipasi atau sulit buang air besar atau sebagian kecil lainnya sering BAB.
  • Daya tahan tubuh relatif baik jarang mengalami batuk dan pilek. Tetapi sebagian kecil kasus daya tahan tubuh tidak baik mudah batuk dan pilek teruitama kelompok anak kulit sensitif disertai gangguan muntah dan mual. Anak tidak bisa diam , sangat lincah dan emosi sangat tinggi

TIPE E (GANGGUAN BERAT BADAN): Dominan sensitif  saluran cerna

  •  Sensitif kulit sering gatal, tangan dan kaki seperti digigit nyamuk dan kulit kering.
  • Saluran Cerna sedikit sensitif : sering konstipasi atau sulit buang air besar atau sebagian kecil lainnya sering BAB.
  • Daya tahan tubuh relatif baik jarang mengalami batuk dan pilek. Tetapi sebagian kecil kasus daya tahan tubuh tidak baik mudah batuk dan pilek teruitama kelompok anak kulit sensitif disertai gangguan muntah dan mual. Anak tidak bisa diam , sangat lincah dan emosi sangat tinggi

PERJALANAN ALAMIAH ALERGI BEBERAPA KELOMPOK FENOTIP TERTENTU

Tanda dan gejala alergi setiap usia seringkali berbeda organ tubuh yang sensitif. Pada hampir semua penderita alergi pada umumnya mengalami  menifestasi sensitif pada hampir semua organ tubuh khususnya saluran cerna, saluran napas, hidung dan kulit secara bersamaan. Tetapi setiap kelompak usia yang sensitif , pada anak tertentu lebih dominan sensitif saluran napas batuk atau hidung sensitif , anak lainnya lebih dominan kulit sedangkan anak lainnya lebih dominan saluran cerna yang sensitif.

Adapun beberapa manifestasi klinis alergi sesuai dengan fenotip tertentu adalah sebagai berikut

TIPE A (TIPE ASMATIK):  Dominan sensitif saluran napas batuk

  • Usia 0-5 tahun : Saluran Cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Pada usia 0 – 6 tahun napas berbunyi grok-grok atau hipersekresi bronkus.
  • Usia 6 – 12 tahun : Saluran napas khususnya bronkitis alergi dan asma dengan  gejala  sesak dan batuk berulang. Sudah mulai terjadi sensitif hidung atau rinitis alergi
  • Usia 13 tahun hingga dewasa: Asma berkurang tetapi berganti hidung lebih sensitif sering bersin, sinustis. Saluran cerna dan kulit gangguan berkurang

TIPE B (TIPE RINITIS):  Dominan sensitif saluran napas hidung

    • Usia 0-5 tahun : Hidung sensitif biasanya sering bersin, kotoran hidung berlebihan , mudah mimisan atau hidung berdarah. Juga disertai saluran cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit: sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya.
    • Usia 6 – 12 tahun : Sensitif kulit dan saluran cerna berkurang tetapi berganti lebih dominan sensitif hidung atau rinitis alergi. Mudah terkena flu, hidung buntu dan sering bersin. Beresiko terjadi sinusitis. Terjadi sensitif kulit di lengan atas sering bruntusan kecil-kecil.
    • Usia 13 tahun hingga dewasa:  Hidung sensitif sedikit berkurang tetapi sebagian kelompok kasus menetap hingga dewasa. Saluran cerna dan kulit gangguan berkurang. Tetapi sebagian besar kasus mengalami jerawat ringan saat usia setelah 12 tahun dan sensitif kulit di lengan atas bagian luar sering bruntusan kecil-kecil.

TIPE C (SALURAN CERNA):  Dominan sensitif saluran cerna

  • Usia 0-5 tahun : Saluran Cerna sensitif : sering muntah, nyeri perut dan gangguan buang air besar , bisa konstipasi atau sering BAB. Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Daya tahan tubuh tidak baik, mudah sakit batuk dan pilek, dan disertai sulit makan dan gangguan mengunyah menelan. Beberapa kasus disertai gangguan keterlambatan bicara yang sebagian besar  membaik setelah usia 2 tahun.
  • Usia 6 – 12 tahun : Saluran cerna masih sensitif tetapi sudah jauh membaik, gangguan muntah jauh membaik  tetapi kadangkala masih timbul gangguan nyeri perut dan mual khususnya pada pagi hari. Keluhan mual akan membaik saat usia 7-8 tahun.  Daya tahan tubuh membaik dan gangguan kesulitan makan dan gangguan mengunyah menelan sudah semakin membaik. Pada usia ini mulai sering disertai gangguan sakit kepala dan gangguan konsentrasi sekolah. Tetapi berganti sensitif hidung atau rinitis alergi tetapi terjadi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis)
  • Usia 13 tahun hingga dewasa: Gangguan pencernaan sebagian besar kasus menetap hingga dewasa, Sebagian besar kasus mengalami jerawat ringan saat usia setelah 12 tahun. Jerawat ringan akan menetap pada usia dewasa dan sering terjadi peri oral dermatitis jerawat atau sensitif kulit khususnya sekitar mulut terutama di bawah bibir bawah atau dagu. Sebagia kasus hidung sensitif mudah bersin tetapi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis)

TIPE D (SENSITIF KULIT): Dominan sensitif saluran napas hidung

  • Usia 0-5 tahun : Sensitif kulit sering gatal, merah seperti digigit nyamuk dan gangguan sensitif kulit lainnya. Pada usia 0-9 bulan terjadi dermatitis atopi pada pipi dan daerah popok sering kemerahan. Pada usia 1-5 tahun kulit sensitif berpindah ke tangan dan kaki seperti digigit nyamuk dan kulit kering. Saluran Cerna sedikit sensitif : sering konstipasi atau sulit buang air besar atau sebagian kecil lainnya sering BAB.  Daya tahan tubuh relatif baik jarang mengalami batuk dan pilek. Tetapi sebagian kecil kasus daya tahan tubuh tidak baik mudah batuk dan pilek teruitama kelompok anak kulit sensitif disertai gangguanmuntah dan mual. Anak tidak bisa diam , sangat lincah dan emosi sangat tinggi
  • Usia 6 – 12 tahun : Pada usia ini sebagian kasus gangguan kulit berpindah ke paha bagian belakang, lipatan tangan dan lipatan kaki. Tetapi berganti sensitif hidung atau rinitis alergi tetapi terjadi lebih ringan dibandingkan tipe 2 (rinitis)
  • Usia 13 tahun hingga dewasa: Pada usia ini sebagian kasus gangguan kulit berpindah ke paha bagian belakang, lipatan tangan dan lipatan kaki. Timbul jerawat berlebihan pada muka di sekitar mulut. Tetapi sebagian besar kasus kulitnya membaik tetapi sebagian kecil kasus menetap hingga dewasa.

2

MENGAPA TERJADI ALERGI MARCH

Terdapat 3 faktor penyebab terjadinya alergi makanan, yaitu faktor genetik, imaturitas usus, pajanan alergi yang kadang memerlukan faktor pencetus. Alergi bersifat genetik dan dapat diturunkan dari orang tua atau kakek/nenek pada penderita . Faktor penyebab terjadi alergi yang lain adalah factor imaturitas saluran cerna atau ketidakmatangan saluran cerna. Secara mekanik integritas mukosa usus dan peristaltik merupakan pelindung masuknya alergen ke dalam tubuh. Secara kimiawi asam lambung dan enzim pencernaan menyebabkan denaturasi allergen. Secara imunologik sIgA pada permukaan mukosa dan limfosit pada lamina propia dapat menangkal allergen masuk ke dalam tubuh. Pada usus imatur sistem pertahanan tubuh tersebut masih lemah dan gagal berfungsi sehingga memudahkan alergen masuk ke dalam tubuh. Faktor pajanan alergi yang merangsang produksi IgE spesifik sudah dapat terjadi sejak bayi dalam kandungan. Faktor imaturitas saluran cerna inilah tampaknya yang bnerperanan dalam perjalanan alamiah alergi seseorang. Saat usia sejak lahir ketidak matangan saluran cerna sangat berat pada bayi tertentu seperti sering muntah, kolik, dan gangguan kulit. Seiring dengan pertambahan usia, setelah 3 bulan kolik berangsur berkurang, usia 6 hingga 2 tahun keluhan muntah berkurang.

PERIODE JANIN

Alergi adalah penyakit dengan pola Th2. Pada orang normal yang non atopi, pola sitokin Th1 dan Th2 dalam keadaan seimbang. Sedangkan pada penderita atopi, keseimbangan lebih berat pada pola sitokin Th2 . Pada masa kehamilan dominasi juga pada pola sitokin Th2. Sawar darah placenta masih transparan terhadap alergen dalam lingkungan ibu. Faktor lingkungan dapat bekerja sebelum dan sesudah lahir. Faktor lingkungan sebelum lahir dapat mempengaruhi diferensiasi sel T yang allergen spesifik menjadi fenotipe Th2, sehingga alergi atopi sudah bekerja sebelum lahir. Kehamilan yang berhasil ditandai dengan pergeseran Th1 ke Th2 di fase antar fetomaternal untuk mengurangi reaktifitas sistem imun maternal terhadap allograft janin. Setelah kelahiran sistem imán menjadi matang, kesimbangan bergeser ke arah Th1, sehingga profil sitokin Th1 daTh2 menjadi seimbang. Pada bayi yang punya bakat atopi keseimbangan ini tidak pernah tercapai sehingga dominasi Th2 terus terjadi, mengakibatkan sensitisasi dan timbulnya gangguan alergi. Dalam perkembangan terakhir ditemukan T regulator, sehingga ada peluang terjadi supresi imun toleran. Fenomena ini dapat digunakan upaya pencegahan primer.

PERIODE BAYI 0-7 TAHUN

Pada periode ini gangguan organ tubuh yang paling sering terjadi adalah gangguan kulit dan saluran cerna. Karena imaturitas saluran pencernaan inilah maka gangguan pencernaan yang disebabkan karena alergi paling sering ditemukan pada anak usia di bawah 2 tahun, yang paling sensitif di bawah 3 bulan. Pada bayi baru lahir hingga usia 3 tahun biasanya ditandai sering rewel, colic/menangis terus menerus tanpa sebab pada malam hari, hiccups (cegukan), sering “ngeden”, sering mulet, meteorismus, muntah, sering flatus, berak berwarna hitam atau hijau, berak timbul warna darah. Pada lidah sering ditemukan berwarna putih. Gangguan buang air besar dapat berupa sulit buang air besar (tidak setiap hari) atau malahan sering buang air besar . Pada yang lebih besar dapat berupa nyeri perut berulang, sering buang air besar (>3 kali/perhari), gangguan buang air besar (kotoran keras, berak, tidak setiap hari, berak di celana, berak berwarna hitam atau hijau, berak ngeden) kembung, muntah, sulit berak, sering flatus, sariawan, mulut berbau dan lidah sering kotor (geographic tongue). Gangguan pada saluran cerna biasanya sering disertai oleh gangguan kulit dan rhinitis. Biasanya keluhan gangguan saluran cerna bersamaan dengan gangguan kulit. Mulut adalah termasuk salah satu bagian dari sistem saluran cerna. Bila saluran cerna terganggu karena alergi makanan biasanya tampak juga gangguan pada organ tubuh di daerah mulut di antaranya lidah, gigi dan bagian di rongga mulut lainnya. Pada bayi lidah sering tampak kotor berwarna putih, gejala ini mirip gangguan moniliasis (like moniliasis symptoms) sejenis jamur pada mulut. Bedanya pada alergi warna putih hanya tipis dan tidak terlalu tebal, namun pada moniliasis tampak lebih tebal. Bila gangguan tersebut karena jamur biasanya dengan obat tetes mulut jamur akan cepat membaik, namun bila karena alergi biasanya diberi obat jamur tetap tidak akan membaik dan tetap sering timbul. Bila karena alergi sebaiknya tidak perlu diberi obat jamur, namun cukup dibersihkan dengan kasa basah. Pada anak yang lebih besar gangguan alergi bisa menimbulkan sariawan atau luka (aphtous ulcer) pada lidah dan mulut yang sering berulang. Biasanya juga disertai lidah kotor mirip gambaran pulau-pulau (geographic tounge). Gangguan lain adalah timbulnya nyeri gigi atau gusi yang bukan di sebabkan karena infeksi atau gigi berlubang. Gangguan ini biasanya sering dianggap sebagai impacted tooth (gigi yang tumbuhnya miring). Tanda dan gejala alergi pada kulit biasanya sudah dapat di deteksi sejak lahir. Bayi yang baru lahir apabila sejak dalam kandungan sudah terpapar oleh pencetus alergi tampak terdapat bintil dan bercak kemerahan dan kusam pada kulit dahi dan wajah, kadang disertai timbulnya beberapa papul warna putih di hidung. Apabila pencetus alergi tersebut berlangsung terus maka sering. Pada bayi sering timbul dermatitis atopi di pipi, daerah popok (dermatitis diapers) dan telinga, kadang dijumpai dermatitis seboroikum atau timbul kerak di kulit kepala. Sering juga timbul bintik kemerahan di sekitar mulut. Kadang timbul furunkel di kepala dan badan. Sering urticaria, miliaria, bengkak di bibir, lebam biru kehitaman seperti bekas terbentur, bercak ke hitam seperti bekas digigit nyamuk. Perbedaan lokasi alergi kulit sesuai dengan usia tertentu. Pada bayi sering lokasi alergi sekitar wajah dan daerah popok, pada usia anak lokasi tersebut biasanya berpindah pada darerah lengan dan tungkai. Sedangkan pada anak yang lebih besar atau usia dewasa lokasi alergi kulit biasanya pada pelipatan dalam antara lengan atas dan bawah atau pelipatan dalam antara tungkai atas dan bawah. Ternyata saat gangguan hipersensitif pada saluran cerna inilah sering timbul berbagai masalah pada penderita alergi. Saat saluran cerna terganggu atau sensitif akan mengakibatkan daya tahan tubuh seorang anak memburuk. Hal ini terjadi karena merkanisme pertahanan tubuh seseorang hampir sebagian besar atau sekitar 70% dibentuk di saluran cerna.

Selama masa usia 0-5 tahun gangguan saluran cerna seperti sering muntah, neyri perut dan sulit BAB adalah fase dimana anak sangat vrentan atau mudah terserang infeksi seperti demam, batuk dan pilek. Hal inilah juga menunjukkan bahwa banyak gangguan perilaku pada anak terjadi sebelum usia 5-7 tahun lebih berat atau berkurang setelah usia 5-7 tahun. Gangguan perilaku tersebut meliputi gangguan bicara, gangguan emosi, gangguan konsentrasi, gangguan tidur, gangguan motorik dan sebagainya.

PERIODE 7-12 TAHUN

Setelah usia 5-7 tahun gangguan kulit dan saluran cerna cenderung membaik. Pada periode ini organ tubuh yang terganggu berpeindah pada saluran napas yang paling sering ditemukan. Manifestasi klinisnya berupa keluhan batuk, pilek, tanpa,atau dengan disertai sesak atau asma. Keluhan tersebut biasanya terjadi pada malam atau pagi hari. Biasanya keluhan tersebut lama sembuhnya meskipun sudah diobati.

PERIODE 12 TAHUN DEWASA

Setelah usia 12 tahun biasanya asma jauh berkurang meskipun pada sebagian kecil menetap hingga usia dewasa. Pada usia ini organ tubuuh yang sensitive berpindah pada hgidung. Manifestasi klinis alergi pada Telinga Hidung Tenggorok berupa rinitis, hidung gatal, bersin dan sinusitis. Kadang dijumpai tenggorokan atau palatum terasa gatal dan post nasal drip. Bila keluhan sering terjadi dan berlanjut akan menyebabkan komplikasi sinusitis, epistaksis, deviasi septum nasi, tonsillitis kronis atau faringitis kronis. Ciri khas pada anak biasanya dijumpai tanda hidung kelinci (rabbit nose) yaitu anak sering menggerak-gerakkan hidung, sering menggosok-gosok hidung (salam alergi), mata sering gatal, belekan dan sering berair, di bawah kelopak mata tampak tanda kehitaman (allergic shiner). Bila tidur sering ngorok, atau napas dengan mulut, kadang juga timbul suara serak atau parau. Sering timbul benjolan kelenjar di leher dan belakang kepala.

  • Fenomena perjalanan alamiah alergi ini ternyata sangat penting untuk pertimbangan pencegahan penyakit alergi dikemudian hari. Misalnya, penderita bayi dengan gangguan kulit, saluran cerna yang mempunyai riwayat orangtua alergi akan beresiko mengalami asma dikemudian hari. Kejadian asma dikemudian hari inilah yang dapat dicegah bila manifestasi alergi saat usia bayi dan anak dapat diminimalkan. Demikian juga gangguan rinitis dan sinbusitis di masa dewasa dapat dicegah bila manifesasi alergi sejak dini diminmalkan. Sehingga gejala dan manifestasi alergi saat usia bayi dan anak harus diwaspadai dan diminmalkan karena dapat meminimalkan perjalanan alamiah penyakit alergi di kemudian hari.
  • Bila terdapat riwayat keluarga baik saudara kandung, orangtua, kakek, nenek atau saudara dekat lainnya yang alergi atau asma. Dan bila anak sudah terdapat ciri-ciri alergi sejak lahir atau bahkan bila mungkin deteksi sejak kehamilan maka harus dilakukan pencegahan sejak dini. Resiko alergi pada anak dikemudian hari dapat dihindarkan bila kita dapat mendeteksi dan mencegah sejak dini.

Provided by

CHILDREN ALLERGY CLINIC ONLINE

Yudhasmara Foundation htpp://www.allergyclinic.wordpress.com/

WORKING TOGETHER FOR STRONGER, SMARTER AND HEALTHIER CHILDREN BY EDUCATION, CLINICAL INTERVENTION, RESEARCH AND INFORMATION NETWORKING. Advancing of the future pediatric and future parenting to optimalized physical, mental and social health and well being for fetal, newborn, infant, children, adolescents and young adult

LAYANAN KLINIK KHUSUS “CHILDREN GRoW UP CLINIC”

PROFESIONAL MEDIS “CHILDREN GRoW UP CLINIC”

  • Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation
  • Dr Widodo Judarwanto SpA, Pediatrician
  • Fisioterapis

Clinical and Editor in Chief :

Dr Widodo Judarwanto, pediatrician email : judarwanto@gmail.com, Curiculum Vitae

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider.

Copyright © 2012, Children Allergy Clinic Online Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s