Mual dan Muntah Sebagai Penyebab Sulit Makan Pada Bayi Prematur

image

Mual dan Muntah Sebagai Penyebab Sulit Makan Pada Bayi

Mual dan muntah atau gangguan fungsi saluran cerna dianggap sebagai penyebab utama gangguan sulit makan pada bayi. Gangguan ini seringkali dianggap normal dan untuk mendiagnosis harus dengan melakukan ekslusi penyakit lainnya. Terdapat banyak pemeriksaan yang rumit, invasif dan mahal untuk melakukan kriteris ekslusi. Gangguan fungsi saluran cerna sering terjadi pada penderita alergi makanan dan hipersensitif makanan. Dengan melakukan eliminasi

Sampai saat ini orangtua ataupun klinisi jarang sekali memfokuskan penyebab sulit makan. Selama ini yang terjadi adalah memberi vitamin dan upaya strategi cara pemberian makan. Dari penelitian yang dilakukan oleh Judarwanto W penyebab paling sering adalah gangguan fungsi saluran cerna. Selama ini gangguan fungsi saluran cerna ini dianggap normal karena memang organ saluran cerna yang ada dalam keadaan normal. Karena hal inilah selama ini gangguan sulit makan sulit diatasi tanpa mengintervensi penyebab sulit makan. Gangguan fungsi saluran cerna ini sering terjadi pada penderita alergi makanan dan hipersensitif makanan.

Gangguan Fungsi Saluran Cerna suatu penyakit fungsional.

Konsep dari penyakit fungsional adalah terutama bermanfaat ketika membicarakan penyakit dari saluran pencernaan. Konsep diterapkan pada organ-organ berotot dari saluran pencernaan; kerongkongan, lambung, usus kecil, kantong empedu, dan kolon (usus besar). Yang dimaksud dengan istilah fungsional adalah bahwa salah satu dari keduanya yaitu otot-otot dari organ-organ atau syaraf-syaraf yang mengontrol organ-organ tidak bekerja secara normal, dan sebagai akibatnya, organ-organ tidak berfungsi secara normal. Syaraf-syaraf yang mengontrol organ-organ termasuk tidak hanya syaraf-syaraf yang terletak didalam otot-otot dari organ-organ namun juga syaraf-syaraf dari sumsum tulang belakang (spinal cord) dan otak.

Istilah, fungsional, konsep dari suatu kelainan fungsional adalah bermanfaat untuk pendekatan banyak gejala-gejala yang berasal dari organ-organ berotot saluran pencernaan. Konsep ini terutam diterapkan pada gejala-gejala untuk mana tidak ada kelainan-kelainan yang berkaitan yang dapat dilihat dengan mata telanjang atau mikroskop.

Gangguan fungsional lain adalah dyspepsia, atau dyspepsia fungsional. Gejala-gejala dari dyspepsia diperkirakan berasal dari saluran pencernaan bagian atas; kerongkongan, lambung, dan bagian pertama dari usus kecil. Gejala-gejala termasuk ketidakenakan perut bagian atas, perut kembung (perasaan subyektif dari kepenuhan perut tanpa penggelembungan yang obyektif), atau penggelembungan yang obyektif (pembengkakan atau pembesaran). Gejala-gejala mungkin atau mungkin tidak berhubungan dengan makanan-makanan. Mungkin ada mual dengan atau tanpa muntah dan cepat kenyang (suatu perasaan kekenyangan setelah makan hanya sejumlah kecil makanan).

Studi kelainan-kelainan fungsional dari saluran pencernaan seringkali dikategorikan oleh organ yang terlibat. Jadi, ada kelainan-kelainan fungsional dari kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, dan kantong empedu.

Perhatian klinisi pada gangguan fungsional pada kerongkongan dan lambung (dyspepsia) lebih besar. Namun penelitian kelainan fungsional pada usus kecil dan usus besar adalah lebih rumit. Sangat mungkin hal ini yang membuat penyakit fungsional dari empedu, usus kecil dan usus besar relatif lebih belum banyak terungkap.

The Rome II Criteria

Kriteria Rome II menyatakan bahwa diagnosis gangguan fungsi saluran cerna harus terdapat ketidaknyamanan perut selama minggu atau lebih (tidak perlu harus minggu yang berurutan) dalam 12 bulan sebelumnya. Nyeri atau ketidaknyamanan harus mempunyai dua dari tiga ciri-ciri berikut:

  1. Pembebasan dengan pembuangan air besar
  2. Serangan yang berhubungan dengan suatu perubahan dalam frekwensi feces
  3. Gejala lain yang menunjang gangguan fungsi saluran cerna, adalah:
  • Frekwensi abnormal dari feces-feces (lebih dari 3/per hari atau kurang dari 3/per minggu)
  • Bentuk feces yang abnormal (bergumpal-gumpal dan keras, atau lepas dan berair)
  • Pengeluaran feces yang abnormal (ngeden, kebelet, atau perasaan-perasaan belum bersih buang air besarnya)
  • Pengeluaran lendir; dan
  • Kembung (merasakan penggelembungan perut, atau pembesaran).

Kriteria Rome II adalah agak spesifik untuk suatu diagnosis gangguan saluran cerna fungsional. Gejala-gejala dari dyspepsia (mual atau ketidaknyamanan perut setelah makan-makan), penggelembungan perut, dan kentut yang meningkat sendirian tidak jatuh didalam definisi ini.

Menurut penelitian di Picky Eaters Clinic Jakarta, gangguan saluran pencernaan khususnya gangguan muntah dan mual atau penderita Gastrooesepageal Refluks tampaknya merupakan faktor resiko terpenting dalam gangguan oral motor pada anak. Hal ini salah satunya dapat dijelaskan dengan teori “Gut Brain Axis”. Teori ini menunjukkan bahwa bila terdapat gangguan saluran cerna maka mempengaruhi fungsi susunan saraf pusat atau otak. Gangguan fungsi susunan saraf pusat tersebut berupa gangguan neuroanatomis dan neurofungsional. Salah satu manifestasi klinis yang terjadi adalah gangguan koordinasi motorik kasar mulut atau gangguan oral motor.

Meski jarang, gangguan ini juga bisa terjadi dalam bentuk yang tidak ringan pada penderita paska infeksi otak, gangguan kelainan bawaan, cerebral palsy dan gangguan persarafan lainnya. Namun justru gangguan oral motor sering terjadi pada penderita normal. Pada penderita normal biasanya terjadi pada penderita alergi saluran cerna dan hipersensitivitas saluran cerna lainnya.

Gangguan ini akan lebih sering pada bayi dengan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah. Gangguan pencernaan tersebut kadang tampak ringan seperti tidak ada gangguan bahkan orangtua atau dokter seringkali menganggapnya sebagai sesuatu yang normal. Keluhan paling sering adalah tampak anak sering mudah mual atau muntah bila batuk, menangis atau berlari. Sering nyeri perut sesaat dan bersifat hilang timbul, bila tidur sering dalam posisi “nungging” atau perut diganjal bantal. Sulit buang air besar (bila buang air besar “ngeden”, tidak setiap hari buang air besar, atau sebaliknya buang air besar sering (>2 kali/perhari). Kotoran tinja berwarna hitam atau hijau dan baunya sangat menyengat, berbentuk keras, bulat (seperti kotoran kambing), pernah ada riwayat berak darah. Lidah tampak kotor, berwarna putih serta air liur bertambah banyak atau mulut berbau.

Gangguan saluran cerna ini seringkali disebabkan karena imaturitas atau ketidakmatangan saluran cerna pada anak tertentu. Sebagian besar gangguan ini sering terjadi pada penderita alergi makanan,atau hipersensitivitas makanan lainnya. Pada umumnya, ketidakmatangan saluran cena tersebut akan membaik setelah usia 5 tahun. Hal inilah yang menjelaskan mengapa setelah usia 5 tahun anak semakin membaik sebagian besar gejalanya meski tanpa dilakukan intervensi apapun. Sebaliknya, bila dilakukan intervensi seperti pemberian vitamin, enzim bahkan obat-obatan muntah apapun hanya dapat memperbaiki sesaat. Namun sebelum usia tersebut akan membaik bila dilakukan identifikasi penyebab khususnya makanan yang mengganggu saluran cerna tersebut dapat dikenali.Sebagian besar kasus penderita di Picky Eaters Clinic Jakarta gangguan membaik setelah dilakukan eliminasi provokasi makanan penyebab alergi atau hipersensitivitas.

Gangguan Penyerta

  • Keadaan ini sering disertai gangguan tidur malam. Gangguan tidur malam tersebut seperti malam sering rewel, kolik, tiba-tiba terbangun, mengigau atau menjerit, tidur bolak balik dari ujung ke ujung lain tempat tidur. Saat tidur malam timbul gerakan brushing atau beradu gigi sehingga menimbulkan bunyi gemeretak.
  • Biasanya disertai gangguan kulit : timbal bintik-bintik kemerahan seperti digigit nyamuk atau serangga, biang keringat, kulit berwarna putih (seperti panu) di wajah atau di bagian badan lainnya dan sebagainya. Kulit di bagian tangan dan kaki tampak kering dan kusam Tanda dan gejala tersebut di atas sering dianggap biasa oleh orang tua bahkan banyak dokter atau klinisi karena sering terjadi pada anak. Padahal bila di amati secara cermat tanda dan gejala tersebut merupakan manifestasi adanya gangguan pencernaan, yang mungkin berkaitan dengan kesulitan makan pada anak.

Sering disertai kesulitan makan

  • Gangguan proses makan di mulut sering disertai gangguan kesulitan makan. Pengertian kesulitan makan adalah jika anak tidak mau atau menolak untuk makan, atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia secara fisiologis (alamiah dan wajar), yaitu mulai dari membuka mulutnya tanpa paksaan, mengunyah, menelan hingga sampai terserap dipencernaan secara baik tanpa paksaan dan tanpa pemberian vitamin dan obat tertentu. Gejala kesulitan makan pada anak adalah : (1) Memuntahkan atau menyembur-nyemburkan makanan yang sudah masuk di mulut anak, (2).Makan berlama-lama dan memainkan makanan, (3) Sama sekali tidak mau memasukkan makanan ke dalam mulut atau menutup mulut rapat, (4) Memuntahkan atau menumpahkan makanan, menepis suapan dari orangtua, (5). Tidak menyukai banyak variasi makanan atau suka pilih-pilih makan dan (6), Kebiasaan makan yang aneh dan ganjil. Logika sederhana yang dikaitkan dengan peristiwa tersebut adalah bila anak dengan gangguan saluran cerna seperti mual maka tentunya nafsu makannya akan menurun dan tidak mau makan.

Fenomena anak sulit makan dan hanya mau minum susu adalah problem klasik yang sejak lama belum terungkap secara benar. Keadaan seperti ini menimbulkan berbagai opini dan spekulasi, baik oleh klinisi dan orang tua yang tidak sepenuhnya benar. Meski pada umumnya usia setelah 3-5 tahun anak akan dapat mulai makan, bila dicari penyebabnya biasanya keluhan tersebut dapat membaik sebelum usia tersebut. Pada umumnya gangguan tersebut disebabkan karena gangguan oral motor yang sering terjadi pada penderita sensitif saluran cerna terutama dengan keluhan muntah dan mual. Keadaan anak yang hanya mau susu saja dan tidak mau makan khususnya nasi, daging sayur atau buah harus diamati secara teliti dan cermat.

Pengalaman klinis di Picky Eaters Clinic Jakarta didapatkan sekitar 30% anak yang mengalami gangguan proses makan di mulut atau gangguan oral motor. Gangguan oral motor atau pergerakan motorik mulut ini akan mengakibatkan gangguan mengunyah dan menelan. Tampilan klinis yang terjadi adalah mengalami kesulitan dalam makan bahan makanan yang berserat atau bertekstur kasar seperti sayur atau daging sapi (empal).

Analisa kejadian ini berkembang bahwa apakah anak memang “tidak mau” makan sayur atau memang “tidak bisa” makan sayur. Pada umumnya, orang tua penderita kadang tidak khawatir karena berat badan anak tetap baik, anak lincah dan tetap pintar. Pada sebagian besar kasus, anak tidak mengalami gangguan kenaikan berat badan karena asupan makanan yang tidak bisa masuk diganti dengan susu. Anak tidak mengalami gangguan berat badan karena minum susunya sangat banyak. Namun pada sebagian kasus lainnya, berat badan anak tidak baik bila selain sulit makan susu juga tidak mau.

Tumbuh dan kembang anak yang optimal tergantung beberapa hal, di antaranya adalah pemberian nutrisi dengan kualitas dan kuantitas sesuai kebutuhan. Dalam masa tumbuh kembang, pemberian nutrisi atau asupan makanan pada anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna. Sering timbul masalah terutama dalam pemberian makanan, salah satunya karena oral motor. Orang tua harus mencermati, apakah memang anaknya mempunyai gangguan tersebut.

Gangguan Oral Motor

Proses makan terjadi mulai dari memasukkan makan di mulut, mengunyah dan menelan. Keterampilan dan kemampuan koordinasi pergerakan motorik kasar di sekitar mulut sangat berperan dalam proses makan tersebut. Pergerakan morik berupa koordinasi gerakan menggigit, mengunyah dan menelan dilakukan oleh otot di rahang atas dan bawah, bibir, lidah dan banyak otot lainnya di sekitar mulut. Gangguan proses makan di mulut atau disebut gangguan oral motor seringkali berupa gangguan mengunyah makanan. Hal inilah yang mengakibatkan anak hanya bisa minum susu dan tidak bisa makan jenis lainnya.

Ciri-ciri gangguan oral motor :

  • Keterlambatan makanan kasar tidak bisa makan nasi tim saat usia 9 bulan, belum bisa makan nasi saat usia 1 tahun sehingga makan harus selalu diblender pada usia di bawah 2 tahun.
  • Gangguan lain yang sering terjadi adalah daya tahan tubuh anak jelek sehingga anak sering mengalami infeksi virus ringan seperti radang tenggorokan, batuk, pilek, demam. Rumitnya begitu anak terkena sakit maka akan memperburuk nafsu makan dan kemampuan oral motornya karena saat sakit saluran cernanya lebih terganggu. Pada saat sakit anak lebih mudah muntah, sakit perut atau gangguan buang air besar.

Penanganan

  • Bila gangguan oral motor disertai dengan gangguan saluran cerna maka penanganan terbaik adalah memperbaiki gangguan saluran cerna yang ada. Jalan terbaik memperbaiki saluran cerna tersebut bukanlah dengan pemberian vitamin atau enzim pencernaan atau probiotik. Tetapi dengan mencari penyebabnya mengapa gangguan makan tersebut terjadi.
  • Di Picky Eaters Clinic Jakarta dilakukan intervensi dengan melaksanakan identifikasi penyebab makanan yang mengganggu sekaligus untuk memperbaiki saluran cerna. Metode yang dilakukan bukan dengan tes alergi atau pemeriksaan laboratorium tetapi dengan melakukan Chalenge Test atau eliminasi provokasi makanan. Karena tes alergi dan pemeriksaan laboratorium tidak bisa memastikan penyebab alergi dan hipersensitivitas makanan. Metode eliminasi provokasi tersebut adalah penderita harus mengkonsumsi makanan tertentu yang termasuk kategori aman untuk saluran cerna dan menghindari makanan yang beresiko menganggu pencernaan.
  • Setelah dilakukan dalam waktu 3 minggu target yang harus dievaluasi adalah membaiknya gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri perut atau gangguan buang air besar. Saat saluran cerna tersebut membaik ternyata gangguan nafsu makan anak membaik, gangguan mengunyah anak berkurang bhkan gangguan lain yang menyertai seperti gangguan tidur, gangguan emosi, gangguan konsentrasi atau gangguan morotik kasar juga ikut membaik. Intervensi lain yang dilakukan adalah dengan melakukan terapi motor oral.
  • Dengan melakukan berbagai metode intervensi, anak juga dilatih untuk memperbaiki gangguan oral motor dengan latihan sederhana di rumah. Rekomendasi lain yang harus diperhatikan, karena anak mengalami gangguan mengunyah menelan maka anak kesulitan dalam mengkonsumsi makanan berserat, berbau amis dan terlalu manis. Sehingga sebaiknya makanan yang berbau amis seperti ikan laut, atau hati sapi harus diupayakan supaya bau amisnya berkurang. Selain itu sebaiknya makan yang dengan rasa manis harus dikurangi dengan diganti yang asin, tetapi jangan berlebihan dalam pemberian garam.

Kontroversi

  • Dalam penanganan gangguan ini memang terjadi banyak beda pendapat baik orangtua atau di kalangan klinisi sekalipun, karena sampai saat ini faktor penyebab gangguan itu belum terungkap secara jelas.
  • Seringkali dilakukan advis untuk menghentikan susu karena dianggap bahwa tidak mau makan hanya karena terlalu banyak minum susu. Tetapi, saat minum susu dihentikan anak tetap tidak mau makan, bahkan terjadi berat badan anak merosot drastis. Hal ini terjadi karena kesulitan makan tersebut bukan karena kebanyakan susu tetapi karena gangguan mual dan gangguan oral motor pada anak.
  • KESALAHAN UTAMA PARA ORANG TUA SAAT MENGKONSULTASIKAN ANAKNYA KE DOKTER ADALAH SELALU MENGATAKAN : “DOK, SAYA MINTA VITAMIN AGAR ANAK SAYA NAFSU MAKANNYA BAGUS” SEHARUSNYA SAAT KE DOKTER MENGATAKAN ” DOK, MENGAPA ANAK SAYA SULIT MAKAN ? DAN BAGAIMANA CARA PENANGANAN TERBAIK ?”
  • BERGANTI-GANTI VITAMIN ATAU PEMAKAIAN VITAMIN JANGKA PANJANG ADALAH BUKTI KEGAGALAN DALAM MENCARI PENYEBAB SULIT MAKAN PADA ANAK. KARENA BEGITU VITAMIN DIHENTIKAN MAKA ANAK SULIT MAKAN LAGI, BAHKAN KADANG DIBERI VITAMIN APAPUN ATAU BERGANTI-GANTI VITAMIN TETAP SAJA MAKAN SULIT.
  • PENANGANAN TERBAIK ADALAH HARUS DICARI PENYEBABNYA DAN TANGANI SEGERA DENGAN BIJAK. GANGGUAN FUNGSI SALURAN CERNA PENYEBAB TERSERING. BILA TERDAPAT GANGGUAN SALURAN CERNA SEBAGAI PENYEBAB TERSERING HARUS DICARI DAN DIIDENTIFIKASI MAKANAN PENYEBAB YANG MENGGANGGU SALURAN CERNA.

www.klinikbayi.com

Provided By: KLINIKBAYI.COM In 1,000 days Your Children, You can change the future. Our Children Our Future Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 29614252

“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen *** Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr WIDODO JUDARWANTO, pediatrician email : judarwanto@gmail.com curriculum vitae Creating-hashtag-on-twitter: @WidoJudarwanto www.facebook.com/widodo.judarwanto Mobile Phone O8567805533 PIN BB 25AF7035 We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider
Copyright © 2014, klinikbayi.com Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s