Hipoglikemi Pada Bayi Prematur, Bahaya dan Penanganannya

image

Penanganan Terkini Hipoglikemia Pada Bayi dan Anak

Hipoglikemia adalah kondisi bayi dengan kadar glukosa darah terutama bila kadar glukosa

Penyebab hipoglikemia:
– Peningkatan pemakaian glukosa: hiperinsulin
– Neonatus dari ibu penderita diabetes – Besar masa kehamilan (BMK)
– Neonatus yang menderita eritroblastosis fetalis (isoimunisasi Rh-berat)
– omfalokel, makroglosia, hipoglikemia, dan viseromegali).
– Malposisi kateter arteri umbilikalis
klorpropamid; thiazid (diuretik)
– Penurunan produksi/simpanan glukosa
– Prematur
– IUGR (intrauterine growth restriction)
– Asupan kalori yang tidak adekuat
– Penundaan pemberian asupan (susu/minum)
– Peningkatan pemakaian glukosa dan atau penurunan produksi glukosa
– Stres perinatal
– Sepsis
– Syok
– Asfiksia
– Hipotermi
– Respiratory distress
– Pasca resusitasi
– Transfusi tukar
– Defek metabolisme karbohidrat
– Penyakit penyimpanan glikogen
– Intoleransi fruktosa
– Galaktosemia
– Defisiensi endokrin
– Insufisiensi adrenal
– Defisiensi hipotalamus
– Hipopituitarisme kongenital
– Defisiensi glukagon
– Defisiensi epinefrin
– Defek metabolisme asam amino
– Maple syrup urine disease
– Asidemia propionat
– Asidemia metilmalonat
– Tirosinemia
– Asidemia glutarat tipe II
– Ethylmalonic adipic aciduria
– Polisitemia
– Ibu mendapat terapi β-blockers (labetalol atau propanolol) atau steroid

Tanda dan Gejala

– Tremor, jitteriness (gerakan tidak beraturan), atau iritabilitas
– Kejang, koma
– Letargi, apatis
– Sulit menyusui, muntah sehingga asupan kurang
– Apneu
– Menangis melengking (high pitched cry) atau lemah
– Sianosis
– Beberapa bayi tidak memberikan gejala
– Berat lahir ≥4000 gram
– Beberapa saat sesudah lahir menunjukkan gejala sakit seperti lemas atau letargi, kejang, atau gangguan napas

Pemeriksaan penunjang

– Pemeriksaan kadar glukosa darah, baik menggunakan strip reagen (glucose sticks) (hasilnya 15% lebih rendah dari kadar dalam plasma), maupun melalui laboratorium (darah vena).
– Pemeriksaan urin rutin, khususnya reduksi urin pada waktu yang sama dengan pengambilan sampel gula darah
– Kadar elektrolit darah jika fasilitas tersedia.
– Apabila ditemukan hipoglikemi yang refrakter atau berat atau jika telah diberikan infus glukosa >1 minggu, perlu dicari penyebab hipoglikemia dengan memeriksa (jika tersedia fasilitas) insulin, growth hormone, kortisol, ACTH (adrenocorticotropic
hormone), tiroksin, TSH (thyroid-stimulating hormone), glukagon, asam amino plasma, atau keton urin

Penanganan
– Periksa kadar glukosa darah dalam usia 1-2 jam untuk bayi yang mempunyai faktor risiko hipoglikemia dan pemberian minum diberikan setiap 2-3 jam.
– Pemberian ASI. Apabila bayi dengan ASI memiliki kadar glukosa rendah tetapi kadar benda keton tinggi, sebaiknya dapat dikombinasi dengan susu formula.
– Tata laksana hipoglikemia dapat diberikan sesuai dengan algoritma berikut:
– * Hitung Glucose Infusion Rate (GIR):
6-8 mg/kgBB/menit untuk mencapai gula darah maksimal, dapat dinaikkan 2 mg/kgBB/menit sampai maksimal 10-12 mg/kgBB/menit
– * Bila dibutuhkan >12 mg/kgBB/menit, pertimbangkan obat-obatan: glukagon, kortikosteroid, diazoxide dan konsultasi ke bg endokrin anak.
– ** Bila ditemukan hasil GD 36 – 47 mg/dL setelah 24 jam terapi infus glukosa
– infus dapat diturunkan bertahap 2 mg/kg/menit setiap 6 jam
– Periksa GD setiap 6 jam
– Asupan per oral ditingkatkan

Terapi darurat

– Pemberian segera dengan bolus 200 mg/kg dengan dekstrosa 10% = 2 cc/kg dan diberikan melalui IV selama 5 menit dan diulang sesuai keperluan.

Terapi lanjutan
– Infus glukosa 6-8 mg/kg/menit.
– Kecepatan Infus Glukosa (GIR)
dihitung menurut formula berikut:
GIR (mg/kg/min) = Kecepatan cairan (ml/kg/hari) x konsentrasi Dextrose (%)
6 x BB
– Periksa ulang kadar glukosa setelah 20-30 menit dan setiap jam sampai stabil.
– Ketika pemberian minum telah dapat ditoleransi dan nilai pemantauan glukosa bed side sudah normal maka infus dapat diturunkan secara bertahap. Tindakan ini mungkin memerlukan waktu 24-48 jam atau lebih untuk menghindari kambuhnya hipoglikemia.

Pemantauan
– Pada umumnya hipoglikemia akan pulih dalam 2-3 hari. Apabila hipoglikemia >7 hari, maka perlu dikonsulkan ke sub bagian endokrin anak.
– Bila ibu menderita DM, perlu skrining atau uji tapis DM untuk bayinya
– Bila bayi menderita DM (juvenile diabetes mellitus) kelola DMnya atau konsultasikan ke subbagian endokrin anak.
– Memantau kadar glukosa darah terutama dalam 48 jam pertama.
– Semua neonatus berisiko tinggi(spt ibu DM,BBLR) harus ditapis:
– Pada saat lahir
– 30 menit setelah lahir
– Kemudian setiap 2-4 jam selama 48 jam atau sampai pemberian minum berjalan baik dan kadar glukosa normal tercapai

Pencegahan hipoglikemia
– Menghindari faktor risiko yang dapat dicegah (misalnya hipotermia).
– Pemberian nutrisi secara enteral merupakan tindakan preventif tunggal paling penting.
– Jika bayi tidak mungkin menyusu, mulailah pemberian minum dengan menggunakan sonde dalam waktu 1-3 jam setelah lahir.
– Neonatus yang berisiko tinggi harus dipantau nilai glukosanya sampai asupannya penuh dan tiga kali pengukuran normal (sebelum pemberian minum gula darah >45
mg/dL).
– Jika ini gagal, terapi IV dengan glukosa 10% harus dimulai dan kadar glukosa
dipantau.

Hipoglikemia refraktori
Kebutuhan glukosa >12 mg/kg/menit menunjukkan adanya hiperinsulinisme. Keadaan ini dapat diperbaiki dengan:
– Hidrokortison: 5 mg/kg IV atau IM setiap 12 jam
– Glukagon 200 μg IV (segera atau infus berkesinambungan10 μg/kg/jam)
– Diazoxid 10 mg/kg/hari setiap 8 jam menghambat sekresi insulin pankreas

Referensi

Wilker RE. Hypoglycemia and Hyperglycemia. Dalam: Cloherty JP, Eichenwald EC, Stark AR, penyunting.
Manual of Neonatal Care. Edisi keenam. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins; 2008.h.540-6.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s